Proton Therapy

Perawatan Standar dan Terapi Proton

Saat ini di 70-80% persen perawatan di Jepang dilakukan secara bedah dan 20-30% dilakukan secara radioterapi. Sementara di Eropa, 70-80% perawatan dilakukan secara radioterapi. Metode radiasi dengan keakuratan tinggi telah dikembangkan untuk perawatan radioterapi, salah satu metode terbaiknya adalah terapi proton. Terapi ini dapat mengincar lesi kanker tanpa menggunakan pisau bedah dan dapat meminimalkan efek samping terhadap sel-sel normal yang berada di sekitarnya. Tergantung dari jenis kankernya, pasien dapat menerima perawatan secara rawat jalan seraya menjalankan kehidupannya sehari-hari.

Terapi Proton

Terapi proton adalah metode radioterapi baru dengan cara mempercepat kecepatan proton yang merupakan inti hidrogen hingga mendekati kecepatan cahaya untuk menembakkannya pada sel kanker agar mati. Berbeda dengan radioterapi biasa yang kuat pada permukaan, tetapi melemah ketika masuk ke bagian yang dalam, proton mampu membuat puncak energi (disebut sebagai Bragg peak) pada tempat yang dalam. Sehingga dapat menembakkan radiasi yang kuat terhadap tumor yang berada di bagian dalam tubuh dengan mengurangi gangguan terhadap bagian yang normal.

Karakteristik Terapi Proton

Terapi proton dapat menembak lesi kanker secara fokus, sehingga:

  • Dapat mengurangi gangguan terhadap sel-sel normal.
  • Dapat menembakkan radiasi yang kuat terhadap tumor yang besar.
  • Dapat menembak sel kanker yang berada di dekat trakea yang lemah terhadap radiasi
  • Tergantung dari jenis kankernya, dapat melakukan perawatan secara rawat jalan sambil tetap melakukan pekerjaan atau kehidupan sehari-hari.
  • Dapat melakukan perawatan yang memperkecil beban terhadap tubuh lansia

Efektivitas Terapi Proton

Apa yang terjadi dalam tubuh setelah diradiasi proton?
Ketika tubuh ditembakkan proton, hampir tidak ada dampaknya terhadap sel normal. Namun ketika sampai pada sel kanker, DNA di dalam tumor akan dilukai secara langsung maupun tidak langsung. Dibandingkan dengan X-ray, proton memiliki efek yang lebih besar untuk melukai struktur heliks DNA.

Perbedaan Antara Terapi Proton dengan Radioterapi Selama Ini

Kelemahan radioterapi selama ini (X-ray atau sinar gamma) adalah cukup berdampak juga terhadap sel normal yang berada di dekat permukaan tubuh untuk mencapai lesi kanker, akan tetapi ketika sampai pada lesi kanker, kekuatannya melemah sehingga tidak cukup dapat menghasilkan efek yang seharusnya.
Sementara terapi proton memiliki karakteristik berupa jumlah radiasi yang mencapai puncanya pada kedalaman tertentu. Dengan menyesuaikan posisi puncaknya pada lesi kanker, radiasi dapat ditembakkan secara fokus pada lesi seraya mengurangi kerusakan terhadap sel normal.

Kanker yang dapat diterapi dengan proton (contoh)

Penyakit Sasaran Waktu Iradiasi / Periode
Tumor kepala dan leher 16-26 kali / 3,2-5,2 minggu
Kanker paru-paru sel non-kecil 10-40 kali / 2-8 minggu
Hepatoma 10-38 kali / 2-7,6 minggu
Kanker prostat ※ 20-21 kali / 4-4,2 minggu
Kanker dubur yang kambuh pasca operasi 37 kali / 7,4 minggu
20 times / 5 minggu
Tumor pediatrik 20-30 kali / 5-6 minggu

< Catatan >

  • Tergantung dari kondisi fisik pasien secara keseluruhan, terdapat beberapa kasus yang memerlukan 37-40 kali / 7,4-8 minggu.
  • Kelanjutannya dibatasi tergantung dari ukuran dan stadium kanker serta kondisi fisik pasien secara keseluruhan.
  • Perawatannya semakin berkembang di seluruh dunia dan kami berharap semakin banyak kanker yang dapat ditangani
  • Kanker yang mempengaruhi seluruh tubuh seperti leukimia atau limfoma ganas, termasuk kanker perut tidak dapat ditangani dengan terapi proton.
Alur Perawatan

Hal yang penting dalam terapi proton adalah seberapa cepat kankernya dapat dideteksi. Kanker yang telah berpindah (metastasis) di dalam tubuh tidak dapat diberikan terapi proton karena tidak dapat disembuh- kan hingga ke akarnya.
Lakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dengan menggu- nakan PET-CT agar penyakitnya dapat terdeteksi secara dini.


Silakan untuk bertanya bagi yang tertarik dengan terapi proton atau pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh PET-CT.